LK I Komisariat Al-Ishlahiyah, Komitmen Kaderisasi dalam Momentum Milad HMI ke-79 ‎


SUARAPERJUANGAN.CO.ID
|BINJAI - Komisariat Al-Ishlahiyah HMI Cabang Binjai telah sukses melaksanakan Basic Training (Latihan Kader I) pada tanggal 12–15 Februari 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda kaderisasi formal, tetapi juga momentum reflektif dalam rangka memperingati Milad HMI yang ke-79.

HMI Cabang Binjai bersama HMI Komisariat Al-Ishlahiyah secara sadar menjadikan pelaksanaan LK I ini sebagai simbol konkret kecintaan terhadap organisasi. Sebab mencintai HMI tidak cukup diwujudkan dalam seremoni dan peringatan simbolik semata, melainkan melalui kerja nyata dalam menjaga ruh kaderisasi dan kesinambungan perjuangan intelektual.

Latihan Kader I merupakan jenjang awal pembentukan kader yang berkarakter akademis, berintegritas, dan bernafaskan Islam. Dalam konteks Milad ke-79, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa eksistensi HMI selama hampir delapan dekade hanya dapat dipertahankan melalui kaderisasi yang konsisten dan berkualitas.

‎Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Komisariat Al-Ishlahiyah, Dimas Ar Ridzwan, kegiatan ini terlaksana dengan penuh tanggung jawab organisatoris. Ketua Panitia, Ade Sahputra, bersama seluruh jajaran kepanitiaan menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam memastikan setiap tahapan berjalan secara substantif, bukan sekadar administratif.

‎Kegiatan ini dibuka dan ditutup langsung oleh Rezeki Arinanda, selaku Sekretaris Umum HMI Cabang Binjai Periode 2024–2025. Kehadiran tersebut menegaskan komitmen cabang bahwa kaderisasi adalah prioritas utama dalam membangun kembali vitalitas organisasi serta menjaga peradaban intelektual HMI di Kota Binjai.

‎Milad ke-79 bukan hanya tentang mengenang sejarah panjang perjuangan HMI, tetapi tentang memastikan nilai-nilai dasar perjuangan (NDP) tetap hidup dalam diri setiap kader. Melalui LK I ini, HMI Cabang Binjai ingin menegaskan bahwa loyalitas terhadap organisasi diwujudkan melalui penguatan ideologi, pengembangan kapasitas intelektual, dan pembentukan karakter kepemimpinan.

‎Dengan demikian, pelaksanaan LK I ini menjadi simbol bahwa mencintai HMI bukan sekadar menghadiri peringatan milad atau mengibarkan atribut organisasi, tetapi berani menjaga kualitas kaderisasi sebagai jantung gerakan. Karena sejatinya, peradaban intelektual HMI akan terus bertahan bukan oleh retorika, melainkan oleh kader-kader yang ditempa dengan kesungguhan dan integritas.

‎Di usia yang ke-79, HMI Cabang Binjai memilih untuk merayakan dengan bekerja, membina, dan melahirkan generasi penerus perjuangan. Sebab cinta yang sejati kepada organisasi adalah komitmen untuk merawatnya, menguatkannya, dan memastikan estafet kepemimpinan tetap menyala dari masa ke masa.

(RAN).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama