SUARAPERJUANGAN.CO.ID|MEDAN, Terbukti konsisten dan profesional dalam menjalankan kinerjanya Kapolrestabes Medan, Kombes Pol J Calvijn Simanjuntak langsung merespon adanya tindakan kriminalitas dan pelanggaran hukum di wilayahnya tanpa pandang bulu. Seperti laporan Robin Marajohan Silalahi seorang korban penganiayaan secara bersama-sama yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kota Medan bersama kelurganya secara membabi-buta hanya karena persoalan sepele.
Mengetahui adanya peristiwa ini, Kombes Pol J Calvijn Simanjuntak langsung menerjunkan dua anggotanya ke TKP (tempat kejadian perkara) dan menyambangi rumah korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan mendalam terkait peristiwa nahas yang dialaminya. Selain itu, APH juga memintai keterangan sejumlah saksi mata yang melihat dan mengetahui terjadinya tindakan yang tak pantas yang dilakukan oleh anggota dewan terpilih tersebut.
Sebelumnya, korban telah mengadukan aksi brutal oknum anggota dewan dari Fraksi Nasdem ini ke Mako Polrestabes Kota Medan dengan laporan Pollisi Nomor LPAM2424/VV2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA pada Jumat ( 07/06/2026).
Dalam keterangan di STLP (Surat Tanda Laporan Polisi) yang disertai visum et repertum tersebut, diterangkan bahwa Peristiwa nahas ini berawal usai korban (Robin Marajohan Silalahi) mengantar anaknya ke sekolah pada Jumat pagi (05 /06/2026). Setelah itu dia (korban, red) bergegas pulang ke kediamannya yang terletak di Jalan Karya Rakyat Kecamatan Medan Barat, Kota Medan sekira Pukul 10.00 Wib. Tiba dipersimpangan jalan Tapanuli, terdapat polisi tidur yang ketinggiannya agak menanjak sehingga dia (Korban) terpaksa menelan pedal gas mobilnya agak lebih kencang sehingga menimbulkan suara yang agak bising, tanpa diketahuinya diaberpapasan dengan oknum anggota DPRD Medan beserta keluarganya berjalan kaki bersama-sama (diduga usai olahraga jalan pagi) yang diduga merasa tersinggung dengan suara mobil yang sedang menanjak tersebut diduga membuat A.T ( oknum anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Nasdem) kalap dan gelap mata memaki dan memukulinya didalam mobil. Tidak hanya sampai disitu saja, anak dan istrinya pun turut serta melakukan aksi penganiyaan yang brutal tersebut. Mereka memukulinya secara bertubi-tubi kebagian wajah, kepala dan menarik narik tangan serta leher dan krah bajunya setelah Robin membuka kaca jendela mobil yang dikendarainya.
Saat dikonfirmasi terkait reaksi cepat yang dilakukan Kapolrestabes Medan bersama jajaranya yang langsung ke TKP dan rumah korban, Robin yang terlihat masih trauma didampingi oleh abang kandungnya, meng- iya- kan kunjungan petugas kepolisian tersebut.
"Iya, memang benar, tadi datang dua orang petugas polisi dari Polrestabes untuk memintai keterangan dan memastikan adanya kejadian (penganiayaan.red) itu.intinya mereka mendengarkan keterangan korban dari awal dengan lebih jelas hingga terjadinya aksi sadis tersebut, lalu juga ada memintai keterangan sejumlah saksi soal masalah yang dialami adik ku ini," ungkap Wely Silalahi Abang korban.
Selain ke polrestabes, korban dengan didampingi keluarga juga mengadukan hal ini ke Badan Kehormatan (BK) Dewan DPRD Kota Medan. Ia meminta keadilan, agar tindakan arogan dan tak pantas dilakukan oknum anggota dewan tersebut dapat memperoleh ganjaran hukum yang setimpal.(red)

Posting Komentar