JANGAN ADA YANG CARI AMAN! TENDER PUSTU BERNGAM DIPERTANYAKAN, KADIS KESEHATAN TAK HADIR, KABAG PBJ DIMINTA BUKA SUARA!


SUARAPERJUANGAN.CO.ID
|BINJAI – Dugaan kejanggalan dalam proses tender proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Berngam menjadi sorotan mahasiswa. Mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Sumatera Utara (MPR-SU) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Kota Binjai untuk meminta penjelasan sekaligus mendesak keterbukaan terkait proses pengadaan proyek tersebut.


Dalam aksi itu, mahasiswa mempertanyakan sejumlah hal, mulai dari informasi perubahan pagu anggaran yang sebelumnya disebut sebesar Rp2,4 miliar menjadi Rp2,8 miliar, dugaan pengondisian peserta tender, hingga dugaan gratifikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut.


Mahasiswa menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Sebab, proyek tersebut menggunakan uang negara yang harus jelas peruntukan dan pertanggungjawabannya. Publik berhak mengetahui bagaimana proses pengadaan dilaksanakan dan apakah seluruh tahapannya sudah berjalan sesuai aturan.


KEPALA DINAS KESEHATAN TAK HADIR, MAHASISWA KECEWA!


Aksi yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kota Binjai tersebut menyisakan kekecewaan. Pasalnya, Kepala Dinas Kesehatan tidak hadir menemui massa aksi untuk memberikan penjelasan maupun klarifikasi atas sejumlah persoalan yang dipertanyakan.


Padahal, mahasiswa datang untuk meminta jawaban dan membuka ruang dialog secara langsung. Ketidakhadiran tersebut membuat sejumlah pertanyaan yang disampaikan belum mendapatkan penjelasan langsung dari pimpinan dinas.


M.Dodi Setiawan Lbs selaku Koordinator Aksi menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, pejabat publik harus terbuka terhadap kritik dan tidak menghindari pertanyaan masyarakat.


“Kami datang bukan untuk mencari keributan. Kami hanya meminta penjelasan atas persoalan yang menyangkut uang rakyat. Kalau memang seluruh proses sudah berjalan sesuai aturan, silakan jelaskan dan buka dokumennya. Jangan ketika mahasiswa datang meminta klarifikasi, justru tidak ada penjelasan langsung dari pimpinan dinas,” tegas Dodi.


KABAG PBJ KOTA BINJAI JUGA HARUS BUKA SUARA!


Selain Dinas Kesehatan, mahasiswa turut meminta Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag PBJ) Kota Binjai memberikan penjelasan terkait proses tender Pustu Berngam.


Mahasiswa mempertanyakan bagaimana proses tender dilaksanakan, bagaimana evaluasi peserta dilakukan, serta informasi mengenai dugaan pergantian Pokja yang perlu dijelaskan berdasarkan dokumen resmi.


Menurut mahasiswa, persoalan ini tidak boleh berakhir dengan saling melempar tanggung jawab. Dinas Kesehatan dan Bagian PBJ harus memberikan penjelasan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.


Jika seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan, maka tidak ada alasan untuk menutup-nutupi dokumen dan informasi yang memang dapat dibuka kepada publik.


KEJARI BINJAI DIMINTA SEGERA TURUN TANGAN!


Mahasiswa juga mendesak Kejaksaan Negeri Binjai agar segera menelusuri dugaan kejanggalan dalam tender rehabilitasi Pustu Berngam. Pemeriksaan perlu dilakukan terhadap seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan, perubahan pagu anggaran, evaluasi penawaran, dugaan pergantian Pokja, hingga penetapan pemenang.


Dugaan pengondisian dan gratifikasi juga harus ditelusuri apabila terdapat indikasi serta bukti yang cukup. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


AKSI TIDAK BERHENTI DI SINI, MAHASISWA SIAP TURUN BERKALI-KALI!


Dodi menegaskan bahwa aksi hari ini bukanlah akhir dari perjuangan. MPR-SU siap kembali menggelar aksi unjuk rasa secara berulang kali apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penjelasan dan tindak lanjut yang jelas.


“Kami tidak akan berhenti hanya karena hari ini Kepala Dinas Kesehatan tidak hadir. Kami siap datang kembali, berkali-kali, sampai seluruh dokumen pendukung dibuka, pertanyaan dijawab, dan persoalan ini mendapatkan kejelasan. Jangan pernah berpikir mahasiswa akan diam dan melupakan persoalan ini begitu saja. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan!” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa tidak membutuhkan janji-janji atau jawaban formalitas. Yang dibutuhkan adalah keterbukaan, penjelasan berdasarkan data, dan keseriusan pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan tersebut.


JANGAN ADA YANG CARI AMAN KETIKA UANG RAKYAT DIPERTANYAKAN!


BUKA DOKUMENNYA, JAWAB PERTANYAANNYA, DAN USUT TUNTAS DUGAANNYA!


Aksi ini digerakkan oleh Mahasiswa Peduli Sumatera Utara (MPR-SU). Koordinator Aksi, M.Dodi Setiawan Lbs

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama