SUARAPERJUANGAN.CO.ID|Medan — Rekanan di Perumda Tirtanadi Cabang Medan Denai mengeluhkan belum cairnya upah pekerjaan yang hingga kini disebut tak kunjung direalisasikan. Kondisi tersebut diduga dipicu kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak langsung terhadap para rekanan di lapangan.
Keluhan itu disampaikan salah seorang rekanan yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku para rekanan kini berada dalam kondisi sulit karena pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan belum juga diterima.
“Sudah hampir empat bulan kami menunggu, dan SPKP, tak kunjung juga dibuat oleh bagian jaringan Cabang Medan Denai.
Sampai sekarang upah kerja belum juga cair. Kami jadi serba susah karena harus menutupi kebutuhan operasional dan pekerja,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran tersebut membuat nasib para rekanan terkatung-katung. Tidak sedikit pihak rekanan yang harus mencari pinjaman untuk menutupi biaya kerja dan mempertahankan tenaga pekerja di tengah ketidakpastian pembayaran.
Para rekanan berharap pihak manajemen Perumda Tirtanadi Sumatera Utara segera memberikan kepastian terkait pencairan upah kerja yang tertunda tersebut.
Mereka juga meminta Direktur Utama Perumda Tirtanadi Sumatera Utara, Ardian Surbakti, agar turun tangan dan memikirkan nasib para rekanan, khususnya di Cabang Medan Denai, yang saat ini mengaku semakin terbebani akibat keterlambatan pembayaran.
“Jangan sampai rekanan yang sudah bekerja justru menjadi korban. Kami hanya berharap hak kami dibayarkan sesuai pekerjaan yang sudah kami selesaikan,” tutupnya.
Sementara Kepala Cabang Perumda Tirtanadi Cabang Medan Denai Siti Zainab saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp nomor 0813-707.....tidak memberikan jawaban, saat di hubungi juga tidak mau mengangkat panggilan telepon. (TIM)

Posting Komentar