DEMA INSAN Binjai Gelar Dialog Raya Mahasiswa, Perkuat Peran Mahasiswa sebagai Pemimpin Masa Depan Bangsa Pasca Dinamika Nasional


SUARAPERJUANGAN.CO.ID
|Binjai – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Binjai sukses menyelenggarakan Dialog Raya Mahasiswa yang mengangkat tema "Arah Mahasiswa sebagai Pemimpin Masa Depan Bangsa Pasca Dinamika Nasional." Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dan dihadiri sekitar 600 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan INSAN Binjai.

Forum dialog ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu:

AKP Amas Ramadan, selaku Kasikum Polres Binjai, mewakili Kapolres Binjai.


Rahmat Ramadan, S.Kom., perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sophia Bandar Senembah.

M. Arbi Suhairi, S.H., M.H., akademisi.

Imam Morezki Bas Tanta Manihuruk , Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.


Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa INSAN Binjai, Ilham Ramadan Ginting, menegaskan komitmen DEMA INSAN Binjai untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual bagi mahasiswa.


"Dialog seperti ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi akan menjadi salah satu prioritas DEMA INSAN Binjai. Kami ingin menghadirkan ruang yang sehat, terbuka, dan akademis agar mahasiswa dapat menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, serta menyalurkan aspirasi secara bertanggung jawab dalam mengawal berbagai persoalan kebangsaan," ujarnya.


Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, M. Nur Iqbal, S.H.I., M.H.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kampus mendukung penuh forum-forum ilmiah yang mampu meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa.


"Kampus akan terus mendukung kegiatan dialog, diskusi, dan kajian ilmiah seperti ini sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa," ungkapnya.


Selama diskusi berlangsung, para narasumber membahas berbagai isu aktual yang tengah menjadi perhatian publik, mulai dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinamika dan persepsi publik terhadap institusi kepolisian, hingga posisi strategis mahasiswa dalam merespons berbagai kebijakan negara secara objektif, kritis, dan berdasarkan kajian ilmiah.


Dialog Raya Mahasiswa ini tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran mahasiswa mengenai hakikat gerakan mahasiswa. Forum ini mendorong peserta untuk memahami bagaimana sikap mahasiswa seharusnya dibangun dalam menyikapi isu-isu nasional, memperkuat kemampuan analisis kritis, serta merumuskan arah gerakan mahasiswa yang tetap berpijak pada nilai-nilai akademik, objektivitas, dan kepentingan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, DEMA INSAN Binjai berharap budaya diskusi, kajian ilmiah, dan tradisi intelektual di kalangan mahasiswa semakin berkembang sehingga mampu melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya vokal dalam menyampaikan aspirasi, tetapi juga memiliki kapasitas analisis serta solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.(Ran) 

Post a Comment

أحدث أقدم