Konferda API Kaltara Dihadiri Anggota DPR RI Hj Rahmawati Paliwang


SUARAPERJUANGAN.CO.ID
– TARAKAN KALTARA : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  (DPR-RI) Hajjah Rahmawati Paliwang, SH menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pendeta Indonesia (DPD – API) Kalimantan Utara yang diselenggrakan di Hotel Royal Tarakan, Selasa malam (10/02/2026) kemarin.


Acara yang berlangsung dua hari itu diikuti sedikitnya 100 orang anggota API dari berbagai dedominasi gereja dan dibuka Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH. M.Hum didampingi anggota Komisi VII DPR RI Hj Rahmawati,SH yang tak lain sebgai isterinya menyampaikan apresiasinya atas peran API Kaltara yang selama ini telah terjalin secara baik. 


“Saya berharap peran pendeta dapat menjaga semangat, koloborasi, kesetiaan dan kepedulian dalam menjalankan tugas mulia ini serta dapat bersinergi dengan pemerintah,” ujar Gubernur Zainal A Paliwang.


Sementara Hajjah Rahmawati Paliwang berharap lewat keberadaan API dapat bersinergi dengan keberadaan masyarakat Kaltara yang masih jauh ketinggalan di bidang Pendidikan dari provinsi-provinsi lain. 


“Dengan keberadaan organisasi para pendeta ini saya percaya dapat berbuat baik terhadap sesama seperti yang telah saya lakukan saat ini membiayai pendidikan  20 orang anak asuh,” katanya. 


“Tidak mahal koq,” lanjut isteri gubernur yang juga anggota DPR RI, hanya sekitar Rp 1,6 juta per-semester atau 6 bulan sekali, karena apa yang kita miliki sekarang ini hanyalah titipan, mari berbuat baik kepada sesama. Nampaknya, anggota komisi VII ini belum tahu ada pendeta atau gembala gereja yang jemaatnya hanya 5 Kepala keluarga (KK) 


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  Asosiasi Pendeta Indonesia (DPP API), Pdt Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi, MM. M.Th mengatakan, API Adalah organisasi kemasyarakatan yang mewadahi para pendeta dari berbagai dedominasi gereja di Indonesia untuk bersatu dalam pelayanan kepada sesama, serta pelayanan bangsa tanpa mencampuri dogma gereja secara spesifik.


API sendiri lanjut Harsanto, sebagai wadah bagi para pendeta, membantu meningkatkan kapasitas, pengetahuan dan kesejahteraan para pendeta agar lebih fokus melaksanakan tugas pelayanan kepada Tuhan dan jemaat masing-masing 


“API adalah satu organisasi masyarakat di Indonesia yang punya legalitas. Organisasi ini berisi semua pendeta. Kami tidak bicara tentang gereja, dogma, negara tapi bersatu dalam satu tugas masing-masing sebagai pendeta. API akan menjadi mitra pemerintah untuk bersinergi,” kata Harsanto kepada Suaraperjuangan.co.id usai acara malam itu 


Selain itu, kata Harsanto, API diharapkan dapat tebarkan toleransi beragama. Pendeta harus menjadi bagian dalam solusi permasalahan bangsa. Orang Kristen harus berdaulat dalam politik, berdulat dalam Kesehatan dan berdaulat dalam Pendidikan.


“Persoalannya, kedaulatan di bidang politik belum ada. Sudah saatnya gereja  mendorong jemaatnya yang berprofesi sebagai pengacara, pengusaha untuk mengambil bagian. Namun, permasalahan yang terjadi selama ini adalah gereja selalu memisahkan diri dari politik seolah-olah berpolitik itu tak sesuai dengan gereja. Harusnya dari gerejalah yang melahirkan politikus seperti ASN, TNI/ Polri, pengusaha dan lain-lain,” kata Pendeta Gereja Gerakan Pentakosta.


Menurut mantan pejabat di Kementerian Pertahanan ini, banyak pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif dari umat Kristen. Namun, mereka tidak pernah merasa dilahirkan dari rahim gereja. 


“Makanya, sekiranya mereka merasa dilahirkan dari rahim gereja pasti menjadi pejabat yang takut akan Tuhan - berfikir, bertindak serta mengambil keputusan sesuai firman Tuhan,” harap Harsanto mengakhiri.

     

Sementara Pdt Julti Toding Bua, S.Th  yang terpilih kembali Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pendeta Indonesia Kaltara, periode 2026 – 2031 dalam percakapannya dengan media ini mengatakan, konferda yang dilaksanakan selama dua hari  dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja, menyususn program kerja, serta memilih atau memperbaharui struktur kepengurusan baru. 


“Dengan adanya API di Kaltara kita berharap mampu mempererat kerja sama antar gereja, antar sinode, antar aras gereja untuk membngun tubuh Kristus bahkan aktif menyampaikan suara kenabian untuk menyatukan dan mngembalakan umat Kristen sesuai firman Tuhan,” kata Julti Toding Bua


Selain itu, lanjut Julti, API Kaltara akan konsisten membangun kerukunan umat, menciptakan toleransi dan selalu bermitra dengan pemerintah daerah baik di Tingkat provinsi, kabupaten dan kota. (SL Pohan)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama