SUARAPERJUANGAN.CO.ID|MEDAN, 10 MARET 2026 -Eskalasi tuntutan terhadap pertanggungjawaban PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Sumatera Utara kembali memanas.
Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (KMMB) Sumatera Utara secara resmi menyerukan konsolidasi besar-besaran untuk menggelar Aksi Unjuk Rasa Jilid II yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk mosi tidak percaya sekaligus tindak lanjut atas minimnya respons konkret dari PT SGN terkait rentetan persoalan lingkungan dan hukum yang mencuat ke publik.
Poin Tuntutan Utama
Berdasarkan investigasi dan pernyataan sikap sebelumnya, KMMB Sumut memfokuskan aksi ini pada tiga isu krusial:
1. Tanggung Jawab Karhutla: Mendesak PT SGN bertanggung jawab penuh atas dugaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah konsesinya yang berdampak buruk pada ekosistem dan kesehatan masyarakat.
2. Segera copot General manager dan manager Kebun kwala Madu, serta tetapkan sebagai tersangka pejabat MKSO Kebun Kwala Madu atas kelalaian yang mengakibatkan kecelakan lalulintas pada objek vital jalan tol Langkat-binjai Berdasarkan UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), serta UU No. 39/2014 tentang Perkebunan.
3. Usut Dugaan Suap: Menuntut pengusutan tuntas atas informasi mengenai dugaan praktik penyuapan guna memuluskan operasional atau menutupi pelanggaran hukum perusahaan.
"Kami tidak akan tinggal diam melihat kerusakan lingkungan dan dugaan praktik kotor di tanah Sumatera Utara. Aksi Jilid II ini adalah bukti bahwa energi perlawanan rakyat tidak surut, justru semakin memuncak," tegas Koordinator Aksi KMMB Sumut, Sutoyo, S.H.
Konsolidasi Lintas Elemen
Sejumlah tokoh aktivis mahasiswa turut hadir dalam konsolidasi tersebut, di antaranya Ketua Forum Pemuda Daerah (FORPEDA) Langkat Muhammad Nur Adlin, S.H, Ketua Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pujakesuma Kabupaten Langkat M. Nuh; serta Bendahara HMI Cabang Binjai Tomi Syahputra.
Massa aksi diperkirakan terdiri dari elemen mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga perwakilan masyarakat terdampak.
Titik kumpul massa akan dipusatkan di beberapa lokasi strategis sebelum bergerak menuju kantor instansi terkait untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
KMMB Sumut juga menegaskan telah mengantongi sejumlah bukti tambahan yang akan dibeberkan dalam orasi lapangan sebagai bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas.(Ran)

إرسال تعليق