SUARAPERJUANGAN.CO.ID|Langkat - Dugaan intimidasi yang dilakukan oleh PT. Pupuk Indonesia dan Distributor CV. Putri Bumi Sriwijaya kembali mencuat setelah pasca aksi unjuk rasa dan pelaporan yang dilayangkan oleh Koalisi Mahasiswa Dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara pada pekan lalu dan disusul dengan rencana aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 April didepan kantor PT. Pupuk Indonesian dan BPK RI Sumatera Utara.
Dugaan intimidasi tersebut memperkuat adanya penyimpangan pada perusahaan Distributor hingga perusahaan PT. Pupuk Indonesia. Ketua KMMB Sumut menyampaikan bahwa tindakan tersebut sangat jelas upaya perusahaan untuk memberikan efek psikologis kepada pihak kios agar mencabut laporan dan tidak membesarkan masalah kepada pihak Distributor dan PT. Pupuk Indonesia.
"Tindakan tersebut sangat jelas adalah upaya pembungkaman agar pihak kios yang hari ini dirugikan ratusan juta atas pengutipan uang SPJB dan pengutipan APH untuk menghentikan laporan dan tidak memperbesar masalah dan mengajak kios untuk berdamai, kami sangat yakin bahwa masalah di PT. Pupuk Indonesia ini sangat banyak, dan jumlah RDKK penyaluran pupuk juga diduga tidak sesuai, jika dicek data penyaluran apakah ada masyarakat padat penduduk memiliki lahan hingga 2 hektar. Ucap Sutoyo. "
Sutoyo menambahkan bahwa pihak nya akan terus mengawal kasus ini dengan perencanaan melakukan aksi unjuk rasa dikementerian pertanian Jakarta.
"Kita akan kawal kasus ini dan melaksanakan aksi unjuk rasa dikementerian pertanian Jakarta, agar bapak mentri mendengar dan melihat apa yang terjadi di PT. Pupuk Indonesia Regional I A Sumbagut. Tutup Sutoyo. "(red)

Posting Komentar