SUARAPERJUANGAN.CO.ID|Deli Serdang - Ada pemandangan ganjil di kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Deli Serdang, Kamis (21/5/26). Bukannya melayani masyarakat, kantor tersebut dilaporkan nyaris lumpuh lantaran seluruh jajaran struktural, mulai dari Kepala Dinas (Kadis) hingga para Kepala Bidang (Kabid), dikabarkan sedang menggelar rapat di luar daerah, tepatnya di kawasan wisata Berastagi.
Kepergian massal jajaran elit dinas ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Mengapa rapat koordinasi teknis yang seharusnya bisa dilakukan di kantor atau setidaknya di wilayah administratif Deli Serdang, harus dilakukan jauh-jauh ke daerah wisata?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga yang berniat mengurus keperluan administratif di kantor dinas tersebut terpaksa gigit jari. Kantor tampak sepi dari pejabat pengambil kebijakan. Kondisi ini dinilai tidak etis di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
"Kami datang ingin koordinasi terkait urusan tata ruang, tapi kata staf dan security di sana, pimpinan dan semua Kabid sedang rapat di Berastagi. Apa sebegitu mendesaknya sampai harus ke luar daerah? Padahal, anggaran daerah harusnya digunakan seefisien mungkin," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Publik kini menyoroti efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran perjalanan dinas. Berdasarkan aturan, perjalanan dinas harus memenuhi prinsip selektif dan efisien. Rapat di luar daerah yang melibatkan seluruh pejabat struktural sekaligus seringkali dianggap sebagai pemborosan anggaran yang tidak berbanding lurus dengan hasil kinerja.
Selain itu, pertanyaannya adalah Siapa yang bertanggung jawab atas jalannya roda organisasi selama para pejabat tersebut berada di luar kota?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DCKTR Deli Serdang mengenai agenda rapat tersebut karena tidak ada yang merespon komunikasi via call wa. Apakah kegiatan di Berastagi ini merupakan agenda mendesak yang bersifat strategis, atau sekadar pelarian dari rutinitas kantor?
Masyarakat kini menanti jawaban tegas dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terkait urgensi kegiatan tersebut. Fenomena rapat jauh ini diharapkan menjadi catatan bagi Inspektorat untuk lebih ketat mengawasi perjalanan dinas yang menggunakan anggaran negara, agar tidak terkesan sebagai sarana rekreasi bagi para pejabat daerah.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Deli Serdang yang Sepi. ( Rd)

إرسال تعليق