Pengurus GPSI Tarakan Diharap Mampu Menjaga Soliditas dan Solidaritas


SUARAPERJUANGAN.CO.ID
|Tarakan, Kaltara - “Saya memandang organisasi yang kuat Adalah organisasi yang mampu menjaga soliditas dan solidaritas,” ini disampaikan Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud Is dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alias, SKM, M.Kes pada Musyawarah Ke - III Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) Wilayah I Kota Tarakan, Kalimantan Utara, di Hotel Galaxy Tarakan, Senin (1/1/2026) kemarin


Menurut Ibnu Saud Is, menjaga soliditas mengacu kepada kekompakan, kekuatan, demi keutuhan sebuah organisasi. Sementara solidaritas, berfokus pada rasa setia kawan, kebersamaan dan kepedulian antar individu sebagai kunci untuk menciptakan organisasi yang harmonis dalam kepengurusan. Hal ini berakar pada rasa empati, dan kepedulian yang diwujudkan melalui aksi saling mendukung serta menghargai perbedaan, serta terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman.


“Makanya, tema yang diangkat pada Musyawarah Wilayah (Muswil) ke III kali ini, yaitu, ‘Stand Firm’ atau  ‘Berdirilah Teguh’ sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya mempertahankan pendirian yang benar, tetap kuat menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah, serta terus melangkah maju meskipun berada dalam situasi sulit,” kata Ibnu Saud Is dalam sambutan tertulisnya.



Menurutnya, semangat ‘Berdirilah Teguh’ hendaknya menjadi energi bersama untuk memperkokoh pesatuan organisasi, menjaga integritas, dan mempekuat kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa.


“Saya berharap melalui Muswil ini akan lahir gagasan-gagasan konstruktif, kepemimpinan yang amanah, serta program-program yang mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan manfaat yang luas,” katanya


Muswil Ke III GPSI Wilayah I Kota Tarakan yang diselenggarakan di  hotel berbintang sebelah Polres Tarakan ini benar-benar mendapat apresiasi dari Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kota Tarakan, Ibu Wasti, M.Pdk


“Momen ini bukan sekedar agenda organisasi tahunan, melainkan sebuah wadah spiritual untuk mengevaluasi, merencanakan, dan menyatukan hati demi kemajuan pelayanan Tuhan. Tema ‘Berdirilah Teguh’ diambil dari 1 Korintus 15:58 yang diusung musyawarah kali ini sangat luar biasa dan relevan dengan tantangan zaman,” kata Wasti mengingatkan


Melalui tema tersebut, lanjut Wasti, kita diingatkan terhadap perubahan dunia yang cepat, membawa tantangan moral, social, dan teknologi yang semakin kompleks. Gereja dipanggil untuk tidak goyang, tetap berakar pada kebenaran firman Tuhan, dan menjadi jangkar yang kuat bagi jemaat.


“Rasul Paulus mengajak kita untuk ‘giat selalu’. Pelayanan bukanlah pelayanan yang musiman. Musywarah ini harus melahirkan program-program  kerja yang kreatif, berdampak dan menjangkau seluruh lapisan jemaat hingga ke pelosok. Jerih payah pelayanan kita dalam organisasi gereja mungkin melelahkan dan penuh dinamika. Namun firman Tuhan menjamin bahwa tidak ada yang sia-sia di dalam Tuhan,” kata Wasti melanjutkan.


Bimas Kristen sebagai mitra pemerintah menaruh harapan, program kerja yang dirumuskan dapat selaras dengan pembinaan masyarakat, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas Pendidikan keagamaan, dan kesejahteraan jemaat. Pilihlah pemimpin yang memiliki hati hamba, visioner, dan mampu merangkul semua pihak. Gereja tidak boleh hanya hadir di dalam ruang ibadah tetapi harus menjadi ‘garam dan terang’ yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 


Harapan itu tentu tak hanya dari Pemerintah Kota Tarakan dan Bimas Kristen Kota Tarakan. Ketua Daerah GPSI Kalimantan Utara, Pdt. DR Samson Karuniadi, STh. MA lebih tegas menekankan, bahwa musyawarah ini bukan sekedar rutinitas organisasi, melainkan momen penting untuk mempertanggungjawabkan pelayanan, Menyusun rencana kerja, dan memilih pemimpin yang akan meneruskan perjuangan Injil di Kaltara.


“Dalam dinamika pelayanan pasti ada tantangan, ada perbedaan pendapat, dan ada cobaan. Namun, melalui tema, ‘Berdirilah Teguh’ Tuhan mengingatkan kita agar teguh dalam iman, tidak mudah goyah oleh arus zaman atau masalah yang dihdapi. Teguh dalam persatuan, walaupun kita berasal dari berbagai latar belakang, namun satu tujuan iyaitu memuliakan Tuhan dan memajukan Kerajaan-Nya,” kata Samson Karuniadi mengakhiri


Dalam Musyawarah Wilayah yang berlangsung seharian penuh untuk memilih pengurus GPSI Wilayah I Tarakan masa bakti 2026 – 2031 yang dipimpin Sekretaris Daerah GPSI Kalimantan Utara, Pdt Yakub Ayal, S.Th terpilih sebagai Ketua, Pdt Daniel Piter Pana, Dip Th, Sekretaris, Pdm. Yohana Reza, S.PdK dan Bendahara Pdm Anis Nover, STh lengkap dengan masing-masing wakil dan 4 ketua-ketua komisi.  (SL Pohan)

Post a Comment

أحدث أقدم