SUARAPERJUANGAN.CO.ID|BINJAI - Ilham Ramadan Ginting selaku Presiden Mahasiswa (PRESMA) Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai (INSAN Binjai) menyatakan kesiapannya untuk membawa berbagai isu strategis Kota Binjai ke kancah nasional dalam kegiatan Pra Temu BEM Nusantara. Keikutsertaan DEMA INSAN Binjai dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk menghadirkan suara daerah dalam ruang diskusi kebangsaan serta memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Binjai.
Menurut Ilham, mahasiswa tidak hanya memiliki peran sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai representasi intelektual yang bertanggung jawab mengawal pembangunan daerah. Oleh karena itu, momentum Pra Temu BEM Nusantara akan dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai persoalan strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun gerakan mahasiswa tingkat nasional.
"Kami hadir bukan hanya membawa nama kampus dan Kota Binjai, tetapi juga membawa gagasan dan aspirasi masyarakat. Kota Binjai memiliki banyak potensi, namun juga menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang perlu menjadi perhatian bersama di tingkat nasional," ujar Ilham Ramadan Ginting.
Beberapa isu strategis yang akan diangkat antara lain persoalan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan. Kota Binjai perlu mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di era bonus demografi dan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi digital, serta perluasan akses terhadap pengembangan kapasitas pemuda dan mahasiswa.
Selain itu, persoalan ekonomi masyarakat dan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian utama. Tingginya angka pengangguran usia produktif, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta perlunya penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Kota Binjai memiliki posisi strategis sebagai kota penyangga kawasan metropolitan Mebidangro yang seharusnya mampu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sektor sosial, Ilham menilai bahwa permasalahan penyalahgunaan narkotika dan kriminalitas di kalangan generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian serius. Mahasiswa harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan produktif bagi masyarakat Kota Binjai.
Tidak hanya itu, isu lingkungan hidup juga menjadi salah satu fokus yang akan dibawa dalam forum nasional. Permasalahan pengelolaan sampah, penataan drainase, serta upaya mitigasi banjir perlu menjadi perhatian dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Di bidang tata kelola pemerintahan, DEMA INSAN Binjai juga mendorong pentingnya transparansi kebijakan publik, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta keterlibatan masyarakat dan mahasiswa dalam proses pembangunan daerah. Partisipasi publik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Bagi kami, membawa isu strategis Kota Binjai ke forum nasional bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan gagasan dan solusi. Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara persoalan daerah dengan ruang-ruang pengambilan kebijakan yang lebih luas. Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat Kota Binjai dapat didengar dan diperjuangkan dalam percakapan nasional," tegas Ilham.
Melalui kegiatan Pra Temu BEM Nusantara, DEMA INSAN Binjai berharap dapat membangun jejaring kolaborasi antar mahasiswa Indonesia dalam merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat dan pembangunan daerah. Kehadiran mahasiswa dalam forum nasional harus menjadi instrumen perjuangan intelektual untuk membawa perubahan yang nyata, dimulai dari daerahnya masing-masing menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan. (Ran)

Posting Komentar