SUARAPERJUANGAN.CO.ID|Medan - Maraknya pekerjaan proyek di Kota Medan yang menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2026 menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat awam. Seperti halnya pekerjaan proyek jalan di Kecamatan Medan Johor diduga banyak kejanggalan.
Pasalnya di Lingkungan 15 jalan Mustafa 3, Mustafa 3A dan Mustafa 3B Pangkalan Masyur Kecamatan Medan Johor proyek jalan menggunakan pavlingblok nyaris selesai namun dari amatan awak media mulai dikerjakannya proyek hingga selesai tak tampak satupun papan plank yang menunjukkan berapa besaran biaya yang dihabiskan untuk pekerjaan tersebut.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T saat dikonfirmasi terkait hal itu melalui pesan WhatsApp pada Senin (14/9/2026) menjawab "saya cek dulu". Tak puas dengan jawaban Kadis, konfirmasi selanjutnya pada Selasa (15/9/2026) dirinya mengatakan akan menegur rekanan yang tidak membuat plang proyek.
Atas jawaban Kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T, Ketua Forum Jurnalis Hukum Sumatera Utara (FORJAKUMSU) yang berunit di Kejatisu, Andri Syafrin Purba, S.Sos angkat bicara. Menurut Syafrin seorang kadis harus bertanggung jawab penuh atas pekerjaan proyek yang menggunakan dana dari APBD yang tidak sedikit. Proyek di kota Medan harus benar - benar dikerjakan sesuai SOP.
Bila ada pekerjaan proyek yang menyalahi aturan sudah seharusnya ditindak dengan tegas, bukan hanya menegur. Seorang Kadis harus turun langsung kelapangan, jangan tunggu dikritik baru bergerak, ucap Syafrin di sekretariat kantor Kejatisu Jalan AH. Nasution Medan, Rabu (16/9/2026).
Sementara dititik lain masih dalam satu kecamatan yang sama pekerjaan proyek jalan beton diduga terdapat juga kejanggalan. Masalahnya didalam satu pagu terdapat pekerjaan ditiga titik jalan sekaligus, sementara dari pekerjaan jalan yang satu kejalan yang lain berjauhan. Misalnya dari jalan Eka Suka ke jalan Pintu Air 6 begitu juga ke jalan Parang 3.
Amatan awak media pekerjaan jalan tersebut sudah selesai meski didalam plang pagu tidak terlihat kapan tanggal dimulainya pekerjaan tersebut.
Namun, pekerjaan di Jalan Pintu Air 6 tampak jalan yang dibeton hanya bagian depan saja, kata salah seorang warga sekitar inisial N, dirinya merasa kecewa karena pengecoran tidak sampai keujung jalan dibelakang, kenapa hanya didepan saja, sementara biaya yang tertera di plang jumlahnya miliaran rupiah, katanya.
Hingga berita ini ditayangkan, Khairul Azmi tidak memberi jawaban atas konfirmasi awak media terkait ada warga sekitar yang merasa kecewa karena jalan yang diaspal tidak sampai ke ujung jalan.
Untuk itu diminta kepada Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas evaluasi kinerja Kabid dan Kadis SDABMBK Kota Medan. Pasalnya Kabid jalan Yulius Ares dan juga kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T tidak merespons saat awak media meminta tanggapannya sebagai penanggung jawab pekerjaan yang menggunakan dana APBD Kota Medan. (tim)



إرسال تعليق