SUARAPERJUANGAN.CO.ID|JAKARTA – Koalisi mahasiswa masyarakat bersatu Sumatera Utara (KMMB SUMUT) melakukan aksi massa dan menyampaikan aspirasi tegas di depan Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta. Dalam tuntutannya, massa mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk segera memerintahkan penangkapan terhadap GS, terduga bandar narkoba kelas kakap dari wilayah Jermal 15 yang hingga kini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Aksi ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas lambannya proses penangkapan GS. Meski namanya telah lama masuk dalam daftar buronan dan diduga kuat mengendalikan peredaran gelap narkotika di kawasan Jermal 15, Deli Serdang/Medan, keberadaannya seolah tak tersentuh oleh hukum.
"Kami datang jauh-jauh dari Sumatera Utara karena nama GS ini sudah seperti hantu, keberadaannya dirasakan merusak generasi muda di Sumatera Utara tapi fisiknya seolah tak tersentuh hukum. Kami meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja jajaran di bawahnya baik Kapolda Sumatera Utara maupun Kapolrestabes medan. Jangan sampai ada kesan bahwa negara kalah atau bahkan 'bermain mata' dengan bandar narkoba," tegas kordinator aksi Muhammad Nur Adlin, S.H. di depan gerbang Mabes polri
Adapun Poin-Poin Utama Tuntutan KMMB SUMUT dalam aksi ialah :
1. KMMB SUMUT mempertanyakan kinerja Kapolrestabes Medan yang hanya bisa menangkap bandar-bandar kecil namun hingga saat ini sosok GS yang diduga sebagai aktor intelektual dan bandar besar peredaran narkoba di wilayah Jermal 15 belum berhasil diseret ke meja hijau
2. Peredaran narkoba di Jermal 15 telah merusak tatanan sosial dan masa depan generasi muda di Sumatera Utara oleh karena itu Kapolrestabes Medan harus benar-benar melakukan pembersihan terhadap seluruh bandar di wilayah tersebut tanpa tebang pilih
3. Mengingat skala peredarannya yang luas, KMMB SUMUT meminta Bareskrim Polri mengambil alih atau memberikan atensi khusus guna mempercepat penangkapan DPO tersebut (GS)
"Nama GS sudah menjadi rahasia umum sebagai aktor di balik peredaran narkoba Jermal 15. Kami datang ke Mabes Polri karena kami menilai ada kebuntuan di tingkat lokal. Jangan sampai hukum kalah oleh bandar narkoba," ujar Sutoyo S.H ketua KMMB SUMUT dalam orasinya.
KMMB SUMUT menegaskan bahwa kehadiran mereka di Jakarta adalah bentuk dukungan sekaligus kritik membangun bagi Polri agar tetap berkomitmen pada slogan "Polri Presisi". Penangkapan Guntur dianggap sebagai ujian integritas bagi kepolisian dalam memberantas sarang narkoba di Sumatera Utara hingga ke akar-akarnya. (Ran)

Posting Komentar