SUARAPERJUANGAN.CO.ID|Medan - Politisi PDIP Sumut Budiman Nadapdap SE menilai kader PDIP yang terlibat MBG atau memiliki SPPG tidak bisa serta merta disalahkan, atau dicap pembangkang partai. Alasannya, DPP PDIP baru mengeluarkan Surat Edaran larangan terlibat dalam bisnis MBG pada akhir Februari 2926. Sementara sejumlah kader sudah melakukan investasi SPPG jauh sebelum surat edaran dikeluarkan.
"Kader PDIP itu berasal dari beragam latar belakang termasuk kalangan pebisnis. Wajar jika sebahagian kader melirik peluang usaha ini. Apalagi program MBG dari awal tujuannya untuk kerakyatan. Mereka bisa saja terpanggil untuk investasi di situ," tegas Budiman Nadapdap ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan, Senin (9/3(.
Namun dalam perjalanan Program MBG, DPP PDIP menganalisa banyak kelemahan dan tidak tepat sasaran. Sehingga meski awalnya FPDIP DPRD RI menyetujui anggaran MBG kemudian mengambil sikap menolak dan melarang kader terlibat.
Menyikapi kondisi tersebut Budiman Nadapdap memberi solusi agar kader atau keluarganya yang telah sempat memiliki SPPG untuk dievaluasi dan diawasi secara ketat oleh tim internal PDIP. Jika terbukti hanya mencari keuntungan semata maka diminta untuk menutup SPPG.
Namun jika diketahui SPPG yang dimilikinya beroperasi secara baik dan ikut membantu perbaikan gini bagi siswa, maka itu bagian dari program kerakyatan yang berurusan dengan idiologis PDIP pro wong cilik.
Ditanya soal dugaan keterlibatan anggota FPDIP DPRDSU Meryl Saragih dalam usaha SPPG atau dapur MBG, Budiman menyebut sesuai informasi yang didapatnya, nama Meryl tidak ada dalam yayasan pengelola SPPG.
"Setahu saya nama Meryl sudah tidak ada dalam yayasan pengelola SPPG itu. Dan saya kira Sekjen DPP juga sudah mengetahui informasi perihal tersebut," ucapnya.
Budiman kembali memaparkan bahwa PDIP adalah rumah besar kaum nasionalis yang berasal dari beragam profesi dan latar belakang. Ia mencontohkan mantan Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih adalah kader yang punya riwayat seorang enterpreneur.
Beliau seorang pengusaha sukses di sektor jasa angkutan, perkayuan, eksportir kopi dan perkebunan. Karena memiliki jiwa nasionalis ia kemudian masuk PDIP dari awal mulai PDIP, PDIP Pro Mega hingga PDIP.
"Jadi Pak Japorman pengusaha sukses yang masuk PDIP untuk mewujudkan politik kerakyatan. Bukan masuk partai untuk memanfaatkan cari peluang usaha. Maka wajar saja jika naluri bisnisnya tetap berjalan," ungkapnya.
Sosok Japorman seorang pengusaha dengan integritas serta karismanya menjadi panutan oleh kader. Apalagi militansi dan loyalitas kepada partai dan Ibu Mega yang tidak pernah luntur.

إرسال تعليق