SUARAPERJUANGAN.CO.ID|MEDAN - Peringatan Milad 40 Tahun Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) pada.Ahad 15 Pebruari 2026 di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery berjalan khidmat dan sukses. Syukuran milad diawali demgan pembacaan Ayat Suci Alquran dan doa serta memberi santunan kepada 40 anak yatm piatu dari kawasan Medan dan sekitar. Dalam acara itu juga diserahkan 'ISMI Award' kepada beberapa Tokoh Melayu dan peluncuran website ISMI.
Ketua Panitia Yanhar Djamaluddin mengatakan kehadiran tuan dan puan sekalian menjadi penyemangat bagi pihaknya dalam acara Milad 40 Tahun PB ISMI. " Selamat datang bagi semua terutama Bah Subandi Ketua Umum PB GAMMI yang juga Anggota DPRD Sumut. "Terima kasih kami ucapkan sebab keberhasilan acara ini tidak terlepas dari dukungan kita semua khusunya dukungan moril dan materil serta restu dari Ketua Dewan Pembina Tun Rahmat Shah. Kita doakan atas segala kepeduliannya ia menjadi sehat dan murah rezeki," ujar Yanhar.
Dikatakan Yanhar, syukuran Milad 40 Tahun PB ISMI memiliki 5 rangkaian acara. Pertama adalah pemberian tali asih kepada 40 yatim piatu. Kedua penyerahan pengharagaan ISMI Award kepada 8 tokoh Melayu. "Ketiga memggelar panel kebangsaan. Penulisnya adalah DR Agusani Rektor UMSU, Nizhamul SE MM Ketua Umum PB ISMI dan Subandi Ketua Umum PB GAMMI. Tujuannya adalah untuk memflashback karya nyata dan kontribusi ISMI dalamn 40 tahun.
"Ke empat adalah lounching website PB ISMI dalam 40 tahum. Website ini merupakan jendela informasi aktifitas PB ISMI dan kelima ialah pemutaran video dokumenter yang menceritakan filosofi dan gagasan PB ISMI sejak dididirkan," jelas Yanhar Sekretaris Jenderal PB ISMI.
Sementara Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul SE MM
dalam sambutannya mengatakan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Dewan Pembina Tun Dr H Rahmat Shah yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Dan kami sepakat menyatukan kekuatan Melayu yang ada di daerah ini seperti PB ISMI, PB MABMI dan PB GAMMI untuk kekuatan besar Melayu. Terima kasih kami kepada para tetamu dalam acara milad.dan penyambutan Ramadhan.
"Terima kasih kepada Ketua dan Pengurus PB ISMI sebelumnya dan ISMI siap memberi pandangan dan mendukung asta cita pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya atas kesibukan dan aktivitas kita, supaya PB ISMI lebih maju maka saya selaku Ketua Umum menunjuk dan memerintahkan kepada Prof IsminAbdulah menjadi Ketua Harian PB ISMI.
Selanjutnya Ketua Dewan Pembina PB ISMI, Tun DR H Rahmat Shah dengan membawa dua pantun menegaskan PB ISMI supaya bisa bertambah kompak, bersatu dan tambah maju. "Kita harus bersatu. Jangan bermusuhan. Kita tidak hanya mau lips service saja. Jaga silaturahmi, jangan pelit dan jaga komunikasi. Kita jangan berseteru, harus saling bantu untuk.kemajuan organisasi ISMI," ujarnya.
Oleh sebab itu lanjut Rahnat Shah yang juga Konsulat Turki di Sumatera, ISMI sebagai tempat bernaungnya para intelektual, maka kita harus.memberikan sumbang saran ke pemerintah untuk kemajuan bangsa dan bernegara. Dimana saja kita berada harus.jaga citra dan jadi contoh teladan bagi yang lain.
"Saya mohon juga agar tentang sesuatu kita bicarakan bersama dan dengan kebersamaan. Melayu kuat, kita harus bersatu. Jangan pelit, kita punya ilmu, keahlian, gelar titel dan sebagainya harus dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak dan kemaslahatan umat," tegas Rahnat Shah.
Dalam acara Milad 40 tahun tersebut PB ISMI menyerhakan "ISMI Award' kepada 8 Tokoh Melayu yang berhasil di bidangnya. Yaitu dalam Bidang Pengabdian Pelestarian Satwa dan Eks Situ kepada Tun DR Rahnat Shah Lord of Rudge, Bidang Kepemimpinan kepada Prof Dr Or Djohar Arifin MSi, Letjend Purnawirawan H Edy Rahmayadi, DR Ir HT Erry Nuradi MSi.
Bidang Pendidikan diserahkan kepada Hj Nuriandi BA dan kepada Prof Dr H agussani MAP. Bidang Sejarah dan Kebudayaan kepada Prof Dr Phol Ichwan Azhari.MS dan untuk Bidang Teknologi diserahkan kepada Prof Dr Muhammad Nur DEA.
Ichwan Azhari.mewakili para tokoh penerima ISMI Award dalam sambutannya mengatakan puak Melayu harus bekerja keras untuk membuktikan fakta sejarah Melayu sebenarnya. Sebab sejarah yang kuta ketahui saat ini tentang bangsa, sujud dan budaya Melayu dikaburkan. Oleh sebab itu kita harus membuat Museum Melayu yang akan menceritakan kejayaan Melayu dari abadg 12 sampai denagn abad 16 yang selama ini tak pernah kita pelajari dan tidak kita ketahui. Terakhir adalah peluncuran website PB ISMI, bersilaturahmi, photo dan makan bersama.(ril)

Posting Komentar