Jagatara Sumut Gandeng F Hut USU Gelar Workshop, Dorong Percepatan Kesejahteraan Korban Terdampak Bencana ‎


SUARAPERJUANGAN.CO.ID
|Medan - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jagatara Sumatera Utara menyelenggarakan Workshop Penanggulangan Bencana bertajuk “Peran Multipihak dalam Mendukung Pemulihan Pascabencana di Sumatera” pada Rabu (28/1/2026).

‎Kegiatan yang bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (F Hut USU) ini digelar di Ruang IMT-GT Gedung Rektor USU dan turut dihadiri Dekan F Hut USU, Prof. Dr. Rudi Hartono S.Hut., M.Si, serta diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.

‎Workshop ini merupakan komitmen nyata Jagatara dalam mendukung arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mewujudkan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

‎Fokus utamanya terletak pada penguatan ketahanan pangan, energi, dan kelestarian lingkungan sebagai fondasi utama pemulihan pascabencana.

‎Ketua DPD Jagatara Sumut, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara.

‎“Di Sumatera Utara, Jagatara telah menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kami juga melakukan program pembibitan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya di wilayah pascabencana, seperti bibit durian, aren, dan berbagai jenis tanaman produktif lainnya,” ujar Agus Purwoko.

‎Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Dewan Penasihat DPP Jagatara, Prof. Drs. Heru Santosa, MS, Ph.D, menekankan bahwa pemulihan pasca bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis ekosistem dan melibatkan multipihak.

‎Menurut Prof. Heru, bencana tidak hanya dipicu faktor alam, tetapi juga ulah manusia seperti deforestasi. “Pemulihan harus dilakukan secara komprehensif melalui rehabilitasi dan rekonstruksi terencana, restorasi ekologis, serta penguatan fungsi hidrologis DAS,” jelasnya.

‎Ia juga mendorong penguatan pos kesehatan, dukungan psikososial bagi kelompok rentan, serta penegakan regulasi tata ruang dan kehutanan.

‎Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Konservasi Tanah dan Pengelolaan DAS USU sekaligus Anggota Dewan Pakar DPP Jagatara, Prof. Abdul Rauf, memaparkan konsep pemulihan berbasis Nature-Based Solutions (NbS).

‎“Pendekatan berbasis alam seperti revegetasi, agroforestry, penguatan bantaran sungai, dan pengelolaan sedimen terbukti efektif mengurangi risiko bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Prof. Rauf.

‎Ia menambahkan, kunci keberhasilan jangka panjang terletak pada pemanfaatan data spasial, teknologi peringatan dini, serta sinergi antara pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat.

‎Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran jajaran pengurus DPP Jagatara serta Ketua Dewan Pembina Jagatara, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

‎Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap peran organisasi masyarakat dan akademisi dalam penanggulangan bencana yang berkelanjutan.

‎Workshop yang dinilai sangat relevan dengan kondisi Sumatera Utara ini menghasilkan berbagai masukan strategis guna memperkuat peran multipihak di daerah rawan bencana. (RA)

Post a Comment

أحدث أقدم